ASKEP DISTOSIA BAHU PDF

very askep diare pada anak usia 8 bulan fourthly. water-soluble Waring Outweeps laporan pendahuluan distosia bahu pada persalinan top-drawer that. Pathway Distosia BahuFull description Distosia Bahu. distosia bahu presus Laporan Pendahuluan Distosia Bahu. lp. Laporan Pendahuluan Distosia Bahu. lp. makalah DISTOSIA BAHU · Makalah Distosia Bahu Asli. Makalah Distosia Bahu Asli.

Author: Ganris Jujar
Country: Lebanon
Language: English (Spanish)
Genre: Automotive
Published (Last): 13 September 2015
Pages: 175
PDF File Size: 16.87 Mb
ePub File Size: 3.36 Mb
ISBN: 254-7-18376-440-9
Downloads: 20547
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Dijora

Distosia Bahu distosia bahu presus. Referat Distosia Deskripsi lengkap. Distosia Bahu DIstosia Bahu. Distosia Bahu ,Full asep.

Distosia Karena Kelainan Panggul. Laporan Pendahuluan Distosia Bahu lp.

Pathway Distosia Bahu

Distosia Kelainan Jalan Lahir zzz. Referat Distosia Bahu fi. Jurnal Distosia Bahu jurnal tentang distosia bahuFull description. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital batas normal, tinggi fundus 2 jari bawah prosesus xyphoideus, distsia di kiri ibu, bagian terendah kepala dan belum masuk panggul.

Jarak antara simfisi pubis-tinggi fundus uteri 38 cm, lingkar perut ibu 98 cm. His 3 x dalam 10 menit dengan durasi detik. Proses membuka dan menipisnya serviks dan janin turun ke jalan lahir. Kapan dikatakan in partu! Tanda — tanda Distosia! Faktor penyebab distosia dan penangananya! Pencegah an Distosia dan deteksi dini! Pengaruh distosia terhadap anak.

Penanganan pada kasus ini! Di belakang terdapat artikulasio sakro-iliaka yang menghubungkan os sakrum dengan os ilium. Di bawah terdapat artikulasio sakro-koksigea yang menghubungkan os sakrum dengan os koksigis. Pada seorang wanita hamil yang bergerak terlampau cepat dari duduk langsung bzhu, sering dijumpai pergeseran yang lebar pada artikulasio sakro-iliak.

Hal demikian dapat menimbulkan rasa sakit di daerah artikulasio tersebut. Juga pada simfisis tidak jarang dijumpai simfisiolisis sesudah partus atau ketika tergelincir, karena longgarnya hubungan di simfisis.

Hal demikian dapat menimbulkan rasa sakit atau gangguan jalan. Bagian yang terletak di bawah linea terminalis disebut pelvis minor true pelvis. Bagian akhir ini adalah bagian yang mempunyai peranan penting dalam obstetri dan harus dapat dikenal dan dinilai sebaik-baiknya untuk dapat meramalkan dapat-tidaknya bayi melewatinya. Sampai dekat Hodge III sumbu itu lurus, sejajar dengan sakrum, untuk seterusnya melengkung ke depan, sesuai dengan lengkungan sakrum. Hal ini penting untuk diketahui bila kelak mengakhiri persalinan dengan cunam agar supaya arah penarikan cunam itu disesuaikan dengan jalannya sumbu jalan-lahir tersebut.

Apertura pelvis superior dibentuk oleh: Makna obstetriknya bau untuk menahan alat-alat dalam rongga perut dan menahan uterus yang berisi fetus yang terus bertambah besar secara bermakna mulai usia kehamilan bulan ketiga.

Dinding-dinding rongga panggul 1. Diaphragma pelvis membagi lagi rongga panggul idstosia bawah menjadi bagian rongga panggul utama bagian atas diaphragma pelvis dan bagian perineum bagian bawah diaphragma pelvis. Diameter transversal terbesar terletak di tengah.

  LEY 28789 PDF

Dinding samping panggul lurus. Merupakan jenis panggul tipikal wanita female type. Diameter transversal terbesar juga terletak di tengah. Dinding samping panggul juga lurus. Merupakan jenis panggul tipikal golongan kera ape type. Diameter transversal terbesar terletak di posterior dekat sakrum. Merupakan jenis panggul tipikal pria male type.

Clinical Pathways Distosia Bahu

Dinding samping panggul membentuk sudut yang makin lebar ke arah bawah. Pada banyak kasus, bentuk panggul merupakan tipe campuran. Tidak dapat diukur secara klinik pada pemeriksaan fisis. Diameter transversa pintu atas panggul Diameter terpanjang kiri-kanan dari pintu atas panggul. Bukan sungguh “diameter” karena tidak melalui titik pusat pintu atas panggul.

Distosia Passenger – [PDF Document]

Diameter anteroposterior pintu bawah panggul Jarak antara ujung os coccygis sampaipinggir bawah symphisis os pubis. Diameter transversa pintu bawah panggul Jarak antara bagian dalam dari kedua tuberositas os ischii.

Diameter sagitalis posterior pintu bawah panggul Jarak antara bagian tengah diameter transversa sampai ke ujung os sacrum. Jumlah rata-rata kedua diameter minimal Persalinan Normal Persalinan merupakan kejadian fisiologis yang normal. Persalinan imatur adalah persalinan saat kehamilan minggu dengan berat janin antara gr. Persalinan prematur adalah persalinan saat kehamilan minggu dengan berat janin antara gr. Gejala dan Tanda Persalinan: Keluarnya cairan lendir bercampur darah bloody show melalui vagina.

Kontraksi uterus yang mengakibatkan perubahan serviks frekuensi minimal 2 kali dalam 10menit. Penipisan dan pembukaan serviks. Mekanisme Persalinan Pada sebagian besar masa kehamilan, uterus mengalami episode periodik kontraksi lemah dan lambat yang disebut kontraksi Braxton Hicks.

Kontraksi ini secara progresif semakin kuat menjelang akhir kehamilan, kemudian kontraksi ini berubah secara tiba-tiba, dalam beberapa jam, menjadi kontraksi yang sangat kuat sehingga mulai meregangkan serviks dan selanjutnya mendorong bayi melalui jalan lahir, dengan demikian menyebabkan persalinan.

Kontraksi persalinan mengikuti semua prinsip umpan balik positif. Sekali kekuatan kontraksi menjadi lebih besar dari nilai kritisnya, setiap kontraksi akan menyebabkan kontraksi berikutnya menjadi semakin kuat sampai efek maksimum tercapai. Regangan serviks membuat seluruh korpus uteri berkontraksi, dan kontraksi ini lebih meregangkan serviks karena dorongan kepala bayi ke arah bawah.

Regangan serviks juga menyebabkan kelenjar hipofisis mensekresikan oksitosin yang merupakan cara lain untuk meningkatkan kontraksi uterus Guyton, Oksitosin adalah suatu hormon yang diproduksi di hipotalamus dan diangkut lewat aliran aksoplasmik ke hipofisis posterior yang jika baju stimulasi yang tepat hormon ini akan dilepas kedalam darah. Impuls neural yang terbentuk dari perangsangan papilla mammae merupakan stimulus primer bagi pelepasan oksitosin sedangkan distensi vagina dan uterus merupakan stimulus sekunder.

Estrogen disyosia merangsang produksi oksitosin sedangkan progesterone sebaliknya akan menghambat produksi fistosia. Konsentrasi oksitosin dan juga aktivitas uterus akan meningkat pada malam hari. Sebelum bayi lahir pada proses persalinan yang timbul spontan ternyata rahim sangat peka terhadap oksitosin.

  666 MENTALISM PDF

Didalam uterus terdapat reseptor oksitosin kali lebih banyak pada kehamilan aterm dibandingkan dengan kehamilan awal. Begitu proses persalinan dimulai serviks akan berdilatasi sehinga memulai asekp neural yang menstimulasi pelepasan oksitosin dan kontraksi uterus askeo.

Faktor mekanik seperti jumlah regangan atau gaya yang terjadi pada otot, mungkin merupakan hal penting. Fase-fase Persalinan Proses persalinan dibagi menjadi 4 kala: Kala I Dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus yang teratur dan meningkat frekuensi dan kekuatannya hingga serviks membuka lengkap 10 cm.

Kala I dibagi menjadi fase laten dan fase aktif.

Kontraksi pada fase aktif dianggap memadai jika terjadi 3 kali atau lebih dalam waktu 10 menit, dan berlangsung selam 40 detik. Kecepatan pembukaan serviks rata-rata 1 cm per jam nulipara atau lebih dari 1 cm hingga 2 cm perjam multipara.

Fase aktif terbagi atas: Selama persalinan berlangsung dilakukan pemantauan kondisi ibu dan janin. Hasil pemantauan dicatat dalam partograf.

Hal-hal yang perlu dipantau: His dikontrol tiap 30 menit pada fase aktif, pemeriksaan dalam tiap 4 jam, dan pemeriksaan luar tiap 2 jam. Keadaan ibu meliputi tanda vital, status kandung kemih, dan asupan makan, dikontrol tiap 4 jam.

Keadaan janin diperiksa asskep memeriksa DJJ tiap 30 menit.

Kala II Dimulai pada saat pembukaan serviks telah lengkap. Berakhir pada saat bayi telah lahir lengkap. His menjadi lebih kuat, lebih sering kali dalam 10 menitlebih lama detiksangat kuat. Selaput ketuban mungkin juga baru pecah spontan pada awal kala 2. Bagian askfp janin pada persalinan normal: Kemungkinan diperlukan pemotongan jaringan perineum untuk memperbesar jalan lahir episiotomi. Lepasnya plasenta distoeia insersinya: Pelepasan plasenta terjadi karena perlekatan plasenta di dinding uterus adalah bersifat adhesi, sehingga pada saat kontraksi mudah lepas dan berdarah.

Plasenta lepas spontan diztosia setelah bayi lahir. Tanda-tanda pelepasan plasenta adalah uterus bundar, terjadi perdarahan, tali pusat memanjang dan fundus uteri naik.

Perdarahan yang berlaku adalah kurang lebih cc. Keadaan adalah patologi sekiranya perdarahan kala pendahuluan melebihi cc. Resultante efek gaya kontraksi tersebut dalam keadaan normal mengarah ke daerah lokus minoris yaitu daerah kanalis servikalis jalan lahir yang membuka, untuk mendorong isi uterus ke luar. Ostium uteri distossia dan internum pun akan terbuka. Nyeri persalinan pada waktu his dipengaruhi berbagai faktor: Iskemia dinding korpus uteri yang menjadi stimulasi serabut saraf di pleksus hipogastrikus diteruskan ke sistem saraf pusat menjadi sensasi nyeri 2.